
Wates Raya
Sub Wilayah Selatan Kediri

Konsep, Rencana dan Program
Wilayah Wates Raya
Konsep yang dibawakan terdiri dari 5 sub dan untuk mendukung konsep tersebut maka diberi beberapa program yang relevan

Konsep Wilayah: CINTA WATES
Berikut merupakan konsep kami yang terbagi menjadi 4 point.
Creative And Smart Economy
Konsep ini bertujuan untuk meningkatkan perekonomian wilayah melalui pengembangan sektor pertanian, pariwisata, dan industri lokal secara kreatif yang dilakukan dengan meningkatkan kualitas SDM dalam pemanfaatan sumberdaya lokal Wates Raya. Dengan demikian, sektor-sektor ini dapat berkembang dan berdaya saing sehingga dapat menjadi penghubung untuk sektor ekonomi yang baru.
INtegrated Rural Urban Linkage
Konsep ini bertujuan untuk menunjang aktivitas pertanian, produksi pertanian, dan wisata di Wates Raya dengan wilayah disekitarnya agar saling terkoneksi dengan baik. Akses yang baik memberikan kemudahan dalam konektivitas antar desa dan kota terutama dalam menunjang wisata yang berpusat di Kecamatan Ngancar, kawasan agropolitan Ngawasondat, dan ekonomi kreatif yang tersebar di Wates Raya.
Resilient Tourism
Konsep ini bertujuan untuk mewujudkan aktivitas pariwisata yang tahan terhadap bencana, khususnya bencana letusan Gunung Kelud yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dengan demikian, dapat memberikan rasa aman kepada pengunjung dan masyarakat lokal sehingga kunjungan wisata dapat meningkat serta meminimalisasi dampak kerugian yang ditimbulkan.
Agropolitan
Konsep ini bertujuan untuk mendukung aktivitas unggulan utama di Wates raya serta guna mendukung adanya kawasan agropolitan ngawasondat yang telah tercantum dalam RTRW Kabupaten kediri. Dimana program tersebut dapat menunjang kegiatan perekonomian masyarakat setempat (pertanian dan peternakan).
Rencana Wilayah: Keruangan
Rencana keruangan Wates Raya terbagi menjadi 4, yang diantaranya adalah:
Rencana Wilayah: Perekonomian
Rencana Wilayah



Penambahan Kawasan Perkotaan
Rencana perkotaan baru dari 4 kemudian menjadi 6 kawasan pada masing-masing kecamatan di tahun 2040.
Rencana Pusat dan Pembagian Wilayah
Rencana penambahan pusat pelayanan di perkotaan Ngancar, Plosoklaten, dan Kandat serta penguatan pusat perkotaan Ngadiluwih menjadi PKL dan rencana penambahan pembagian wilayah berdasarkan faktor homogenitas pada tahun 2040.


Rencana Orde Wilayah
Rencana orde II pada perkotaan Ngadiluwih dan orde III pada perkotaan lainnya di tahun 2040.




Rencana Fungsi Kawasan Perkotaan
Rencana fungsi utama perkotaan tahun 2040, yaitu Pusat Transportasi dan Komunikasi, Pusat Penyediaan dan Pemrosesan Produk Pertanian, Pusat Pemasaran dan Perdagangan Regional, Pusat Komersial dan Pelayanan Jasa, serta Pusat Pelayanan Umum dan Sosial.

Program Wilayah
1
Penyelenggaraan Jaringan Jalan
Perbaikan Jalan
Peningkatan Fungsi Jalan
A
B
2
Penyediaan Jalur dan Moda Transportasi Desa
Pembentukan Rute Bus dan Angkudes
Penambahan Fasilitas Bus dan Angkudes
A
B
C
Pembangunan trayek/rute bus tahap 2 dan 3
D
Pembangunan alur yang menghubungkan fasilitas penting
E
Monitoring dan Evaluasi
3
Penyediaan dan Pengembangan Sarana dan Prasarana Distribusi Pertanian Wates Raya
Penyediaan Pasar Konsumsi dan Produksi
Penyediaan Moda Transportasi Pengangkut Hasil Produksi
A
B
Pengenalan Sistem Penjualan Online (E-Commerce)
C

PETA IMPLEMENTASI
5
Program Pengembangan Komoditas Pertanian dan Aktivitas Distribusi Wates Raya
Pemberian teknologi dan informasi pertanian
Pemberian edukasi dan pelatihan
A
B
Pengembangan jaringan kerjasama
C
D
Pembangunan fasilitas distribusi
PRIORITAS
4
Program Optimalisasi Pariwisata dan Ekonomi kreatif Wates Raya
Peningkatan promosi wisata
Penambahan kemitraan usaha
A
B
Pemberian layanan kemitraan
C
D
Pemberian pelatihan keterampilan
E
Pemberian aplikasi pendukung
Terdapat 5 program wilayah guna mendukung konsep yang akan dibawakan, yang diantaranya adalah sebagai berikut

